Prof. Hasanu Simon : Pengabdian Seorang Rimbawan Sejati…

Tanggal 26-27 September 2010, di Padepokan Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada, terlihat ada yang beda dari biasa nya.  Padepokan di hias dengan berbagai ornamen…seakan ada pesta yang luar biasa…. seperti hal nya pengangkatan suhu baru di perguruan butongpai…. tertulis sepanduk; : Tribute to Prof. Hasanu Simon.  Suatu acara purna bakti begawan kehutanan dari tugas formalnya. Acara yang luar biasa dan sulit terungkap dengan kata-kata.

Prof. Hasanu Simon di mata Gung Senoaji

Saya mengetahui nama Prof. Simon…sejak masuk Fakultas Kehutanan IPB melalui buku beliau Pengantar Ilmu Kehutanan, sekitar tahun 1992.  Waktu itu yang terbesit bahwa beliau adalah orang Eropa yang menulis buku kehutanan di Indonesia.  Pada buku Inventarisasi hutan, baru tersurat bahwa beliau dosen Fakultas Kehutanan UGM…dalam benak saya pun berpikir oh… ternyata orang Indonesia… pasti dari Indonesia Timur……  Awal perjumpaan dengan beliau dimulai ketika saya berkesempatan sekolah S2 di Kehutanan UGM tahun 2001, empat mata kuliah yang diampu beliau saya ikuti, nulai dari perencanaan hutan lanjut, kehutanan sosial, sosiologi kehutanan, dan analisis sistem; karena ketertarikannya… saya memohon beliau untuk menjadi pembimbing thesis saya…. Alhamdulillah disamping kesibukannya beliau bersedia membimbing.  Pada tahun 2008 yang lalu, saya diberi kesempatan pula untuk menjadikan beliau sebagai promotor utama dalam menyusun disertasi.  Suatu penghargaan yang luar biasa.  Dari sinilah saya mulai mengkoleksi buku-buku, artikel, tulisan, makalah yang ditulisnya yang jumlahnya sangat luar biasa untuk seorang profesi dosen  (soalnya sampai sekarang ini, sudah 12 tahun jadi dosen, belum satu pun saya menulis buku), mulai dari : pengantar ilmu kehutanan, inventori hutan, pengelolaan hutan bersama masyarakyat, hutan jati kemakmuran, membangun desa hutan, aspek sosio teknis kehutanan, Kebijaksanaan hutan, perencanaan hutan, dan sebaginya………..  yang merupakan aplikasi dari riset yang dilakukannya.  Yang lebih menarik lagi beliau menulis juga karya-karya lainnya yang tidak berhubungan dengan dunia kehutanan, seperti : Kemelut Reformasi, dan Syeh Siti Jenar. Suatu karya tulis yang luar biasa dan perlu diacungi jempol.

65 tahun… adalah batas yang diberikan oleh negara ini untuk sesorang berkarier menjadi dosen secara formil.  Namun demikian, sumbang saran dan pemikirannya masih kami butuhkan untuk mewujudkan cita-cita beliau yakni menjadikan hutan sebagai pengendali dan penyeimbang ekosistem bumi. Insya Allah…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s