Kontribusi keberadaan hutan lindung terhadap pendapatan masyarakat

Diterbitkan pada Jurnal Manusia dan Lingkungan, Maret 2009

Hutan lindung merupakan kawasan hutan yang fungsi pokoknya sebagai perlindungan lingkungan. Kenyataannya banyak hutan lindung yang diolah masyarakat menjadi kebun dan menjadi salah satu sumber pendapatannya. Upaya pemerintah mengeluarkan masyarakat dari kawasan ini berarti akan mengurangi pendapatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan masyarakat yang diperoleh dari hutan lindung. Penelitian ini dilakukan di Desa Air Lanang, Bengkulu. Metode dasar yang digunakan adalah metode survey dengan teknik PRA. Data dan informasi yang dikumpulkan, dianalisis dengan analisis dekriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa jumlah penduduk desa adalah 1.460 jiwa (285 KK), 96 % pekerjaannya sebagai petani, 60 % tingkat pendidikannya lulusan sekolah dasar. Tanaman kopi merupakan tanaman utama dan menjadikan prestise bagi pemiliknya. Luas lahan mereka sekitar 2,5 hektar di lahan milik dan kawasan hutan. Kontribusi pendapatan masyarakat dari kawasan hutan lindung ini sebesar 52,5 % dari total pendapatan. Ini berarti bahwa mengeluarkan masyarakat dari aktifitasnya di hutan lindung akan mengurangi pendapatannya sebesar 52,5 %.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s