Kajian Ekologi dan Fungsi Hutan di Pulau Enggano Bengkulu

Hutan dataran rendah di Pulau Enggano

Hutan Mangrove di Puau Enggano

Diterbitkan di Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2007

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologis kawasan hutan pulau Enggano berdasarkan fungsinya dan tipe ekosistem penyusun hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan cara membuat petak pengamatan berupa jalur pada kawasan hutan yang akan dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan Pulau Enggano berdasarkan fungsinya terdiri dari hutan lindung, hutan produksi terbatas, cagar alam dan taman buru. Ekosistem hutannya adalah hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa, dan hutan dataran rendah. Topografi kawasan hutan Pulau Enggano bervariasi mulai dari datar sampai curam dengan ketinggian tempat 0 – 220 meter dari permukaan laut. Jenis-jenis yang dominan di hutan dataran rendah adalah suku Dipterocarpaceae, Sapindaceae, dan Myrtaceae. Jenis-jenis yang dominan di hutan pantai adalah suku Malvaceae dan Guttiferae; di hutan rawa adalah suku palmae (nibung) dan rumput rawa; sedangkan pada ekosintem mangrove, jenis yang dominan adalah suku Rhizophoraceae dan Soneratiaceae.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s