Hutan : Bengkuluku sayang…. Bengkuluku Malang

Hutan lindung yang merana

Kebun Cabe di hutan lindung

Hutan lindungku malang

Hutan Lindungku jadi Kebun Kopi

Maaf…. Judul ini hanya dibatasi dari segmen kehutanan…….

Bengkulu… tempatku berbagi pengalaman, tempat kelahiran istriku dan kedua anakku, merupakan suatu daerah dengan pesona alami yang indah dengan sejuta ketenangan dan jauh dari “cemburu” sosial. Wilayah yang memanjang dari Kaur hingga Mukomuko dengan deretan Bukit Barisannya menambah pesona alami daerah ini… Bunga Raflesia, Bunga Bangkai Raksasa, Harimau, Gajah, Tapir, Badak, adalah contoh flora fauna yang memperkaya daerah ini. Tidak salah jika Proklamator kita Ir. Soekarno meyatakan bahwa Bengkulu merupakan tanah air keduanya yang indah, tenang, kaya, dan menawan. Mengikuti jejak Sang Proklamator…. istri tersayangku juga kelahiran Bengkulu (…..mudah mudahan nasibnya pun sama dengan Sang Proklamator…..)

Propinsi Bengkulu memiliki luas daratan sekitar 1.978.870 hektar, 920.753,50 hektar (46,53 %) merupakan kawasan hutan dan sisanya seluas 1.058.116,5 hektar (53,47 %) berupa areal pemanfaatan lain di luar sektor kehutanan seperti pemukiman, perkebunan, pertanian, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, kawasan hutan di Propinsi Bengkulu terdiri dari : hutan lindung seluas 251.269,70 hektar (27,29 %); hutan konservasi seluas 444.397,80 hektar (48,26 %); hutan produksi seluas 218.221 hektar (23,71 %); dan fungsi khusus hutan (Pusat Pelatihan Gajah) seluas 6.865 ha (0,75 %). Luas hutan yang mencapai 46,53 % dari luas wilayah daratan, ini, seharusnya cukup untuk daerah penyangga kehidupan wilayah di sekitarnya, jika kondisi hutan yang berada di dalamya baik. Namun kenyataannya….. kondisi hutannya sungguh sangat memprihatikan. Cukup banyak kawasan hutan yang berubah fungsi menjadi ladang, kebun, pemukiman, dan fungsi lain di luar kehutanan. Emang benar sich…. manfaat hutan tidak bisa dinilai langsung secara finansial… itu yang membuat beberapa kepala daerah “seolah-olah” membiarkan pengalihfungsian kawasan hutannya. Padahal nilai “bencana” yang mungkin timbul akibat rusaknya hutan akan lebih banyak lagi…. ditambah lagi… mungkin masih banyak plasma nutfah yang belum tergali hilang karena rusaknya hutan. Hasil interpretasi citra lansat liputan September 2005, sekitar 31,14 % hutan di Propinsi Bengkulu sudah rusak parah. Kawasan hutan tersebut sudah berubah menjadi kebun, ladang, tanah kosong, dan sebagian pesawahan serta pemukiman masyarakat (….Gambar di atas adalah hamparan kebun cabe di Hutan Lindung Bukit Daun….) Ironisnya lagi…. ada juga perkebunan swasta yang ikut andil membuka kebun di kawasan hutan, dan cukup bayak pula sektor pertambangan di dalam kawasan hutan ….pejabatnya ?????? Untuk masyarakat hulu… dampaknya tidak terlalu terasa… tapi bagaimana dengan masyarakat hilir seperti Ibu kota Mukomuko, Ketahun, Ipuh, Kota Bengkulu, Manna, Bintuhan, dan juga Palembang sebagai hilirnya sungai Musi…

Mumpung…. bencana besar di Bengkulu akibat rusaknya hutan belum menggila… Jika kita sayang Bengkulu…. mari kita sayangi hutannya… jangan jadikan Bengkulu kita malang…..Ayo kita sama-sama saling mengingatkan untuk menyelamatkan hutan kita… dan membuat suatu konsep pengelolaan yang bisa mengakomodir fungsi ekonomi hutan dan fungsi ekologinya. Kepada para Pejabat pembuat keputusan di daerah, era finansial sektor kehutanan sudah berakhir…. mari lihat sektor kehutan sebagai wahana untuk menyelamatkan lingkungan wilayah kita dari bencana alam yang mengerikan, memang…. investasi bidang lingkungan tidak bisa balik dalam waktu dekat, namun akan dirasakan oleh generasi penerus Bapak-Bapak yang terhormat…..Salam Rimbawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s