Cirotan Kota Emas Penuh Kenangan

Rumah bedeng yang berjajar, gua-gua galian emas, Ciabidin dengan kompresornya, lokomotif pembawa batu emas, kabelban dengan tiang 19-nya, SD Cimancak VII, gedung rekreasi, rumah sakit Cirotan, Cipamancalan dengan bogo dan sarelotnya, suara lutung setiap pagi ……………… itulah yang terbayang dalam benakku tentang Kota Emas Cirotan. Kota sumber emas yang katanya telah dibuka sejak tahun 1936 oleh Pemerintah Belanda. Kini… kota emas ini tinggal kenangan….menyisakan kenangan indah masa kecil yang tak terlupakan.
12 November 1971……. inilah awal diriku menghirup dunia…di rumah sakit Cirotan.. ditolong oleh Bude Tatik….. Ibuku Bidan Sukasih….. melahirkan seorang anak dengan berat hanya 2,3 kg…… yang kemudian oleh Ayahku Iwan Sumpeno diberi nama ….Gunggung Senoaji….. stausku saat itu adalah adik dari seorang kakak yang bernama Gatit Sihnowati….. Masa kecil yang indah dengan segala keterbatasan yang ada di Cirotan…. Kami tinggal di Cirotan Tengah….. di rumah bedeng bawah rumah sakit….. teman tetanggku Empung (anak Bude Tati), Iro (anak Mbah Kardi), Tatang & Wawan (anak Mang Hasan), Yeti (anak Mang Adul), Suminah (anak Pakde Sonto), dll. Hari-hari kami lalui dengan canda tawa dan penuh kegembiraan…… alam yang sejuk, indah, hijau, dan bebas dari polusi. Semua anak Cirotan bersekolah SD Cimancak VII…letaknya di Cirotan luhur…. sekitar 3 km dari Cirotan tengah….. tiap hari kami jalan kaki menyusuri jalan berbatu dan atau sekali-kali naik truk mercy merah pengangkut emas…. bila supirnya berbaik hati mau mengajak…… indah sekali…. Pak Kuding, Bu Emin, Bu Iyah, Bu Martini, Bu Agnes, Bu Sri, Bu Ida, Bu Mimin adalah guru-guru yang mengajar di sekolahku. Hari minggu ….jatah mancing atau ngabubu di Cipamancalan atau Ciabidin. Leuwi Koret, leuwi panjang, Curug Cikadupunah, leuwi sarebu, adalah tempat mancingku bersama teman-teman. Umar, Usman, Kanjat, Ramlan, Yati, Maryani, Eli, Maman, Kusrini, Empung, kesih, Karyani, karyanti, Beben, Usep, Sugiarti, Sukoco, sampai dengan 60 anak lainnya adalah temen-temenku di sekolah. Masa indahku di Cirotan dilalui sampai aku kelas IV (1982)….. dan mulai kelas V kami sekeluarga hijrah ke Bayah di kota kecamatan. Alangkah Indahnya “kota emas ku”…. Aku merindukanmu….. dan kini yang ku tahu kotaku telah menjadi Taman Nasional Halimun Salak……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s